Disaat-saat hectic kaya gini badan mungkin masih dibandung, tangan juga masih sibuk ngerjain tugas, tapi pikiran udah jauh kemana-mana.
Ada sebuah rumah. Tidak besar, tapi cukup nyaman untuk disinggahi. Setidaknya untuk si pemilik. Si pemilik yang setiap hari membereskan apa yang bisa dibereskan. Membenahi yang belum terlalu layak dibenahi. Semuanya rasanya pas, tapi selalu seperti ada yang kurang.
Ada teman-teman. Lebih seperti saudara. Selalu diundang masuk. Ditanya oleh sang pemilik apa yang kiranya kurang. Tidak ada yang tahu, mungkin rumah mereka pun begitu. Mungkin harus ada pengunjung baru katanya.
Pengunjung baru. Tidak semua yang lewat diundang. Hanya beberapa saja yang kiranya baik. Atau beritikad baik. Tidak banyak juga, atau mungkin si pemilik yang tidak sadar. Ada yang singgah, tapi hanya duduk lalu pamit. Ada yang mengobrol sebentar tapi lalu pergi lama. Ada yang tidak sopan, si pemilik lalu usir. Akhirnya menyerah, capek dan tidak cukup waktu untuk para pengunjung ini. Menunggu saja katanya. Yang benar-benar ingin masuk lalu singgah, mengambil kopi sendiri dan selonjoran di ruang tamu karena merasa nyaman.
Sambil menunggu, si pemilik terus membenahi rumahnya, tidak lupa juga terus bertanya apa yang kurang. Sampai semuanya muak lalu lupa.
Submitted by asummerstateofmind
Yaowloooh sleeping bag berjalan? HAHAHAH ANJER GA NGERTI LAGI. Dasar orang jepang.
2089. Ink Remover Printer. A design concept, by Kim Su Yeon that proposes to use laser technology to remove ink from previously printed pages, recycling both paper and ink.
Ini.. jenius.
Mudah-mudahan bisa beneran diproduksi ya. Dan harganya terjangkau.
hwhahahah kenapa gw selalu ngakak kalo liat serial ‘no time to explain’
(via fuckyeahrandomstupidity)
wahahaha yao ming todaynya lah
(via asdfghjkllove)